Majene — Kondisi degradasi hutan yang kian mengkhawatirkan menjadi sorotan utama dalam Webinar Kehutanan bertajuk “Darurat Degradasi Hutan: Implikasi Ekologis, Sosial, dan Tata Kelola Kehutanan” yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Sabtu, 20 Desember 2025, pukul 09.00–12.00 WITA.
Webinar ini diselenggarakan sebagai wadah diskusi ilmiah untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran mengenai laju degradasi hutan yang terus meningkat akibat pembalakan tidak lestari, alih fungsi kawasan hutan, kebakaran hutan, serta lemahnya penerapan prinsip keberlanjutan dalam pemanfaatan sumber daya hutan. Kegiatan ini diikuti oleh akademisi, mahasiswa, praktisi kehutanan, serta berbagai pemangku kepentingan yang memiliki perhatian terhadap isu lingkungan dan kehutanan.
Acara dibuka secara resmi oleh Master of Ceremony (MC), Andi Mawaddah Zakiyah, S.Hut., M.Hut, dilanjutkan dengan arahan dari Kepala UPA Laboratorium Terpadu, Dr. Muhammad Nur, S.Pi., M.Si. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan degradasi hutan yang tidak hanya berdampak pada ekologi, tetapi juga pada aspek sosial dan ekonomi masyarakat.
Ketua Panitia Pelaksana Webinar, Ulfa Adzkia, S.Hut., M.Si., menyampaikan bahwa webinar ini diharapkan mampu menjadi ruang dialog konstruktif untuk merumuskan strategi pengelolaan hutan yang lebih berkelanjutan dan berbasis partisipasi.
Webinar ini menghadirkan tiga narasumber kompeten di bidang kehutanan. Narasumber pertama, Teguh Bimantara, S.Hut., M.Hut, dosen Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian dan Kehutanan Universitas Sulawesi Barat, memaparkan materi berjudul “Hutan di Ambang Batas: Realitas Degradasi yang Terjadi Saat Ini”. Ia mengulas kondisi terkini degradasi hutan serta tantangan pengelolaan hutan di Indonesia.
Selanjutnya, Sri Wahyuni, S.Hut., M.Si. dari CFES (Community Forest Ecosystem Services) menyampaikan materi “Peran Masyarakat dan Kearifan Lokal dalam Mencegah Degradasi Hutan”, yang menekankan pentingnya pelibatan masyarakat lokal dan penguatan kearifan lokal sebagai garda terdepan dalam menjaga kelestarian hutan.
Narasumber ketiga, Ir. Andi Arafat, S.Hut., M.Hut., IPM, Kandidat Doktor Universitas Gadjah Mada, memaparkan materi “Tata Kelola Kehutanan Berbasis Partisipasi dalam Mencegah Degradasi Hutan”. Ia menyoroti perlunya reformasi tata kelola kehutanan yang inklusif, transparan, dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif yang berlangsung aktif, di mana para peserta menyampaikan pertanyaan dan pandangan terkait upaya pencegahan degradasi hutan serta peran masing-masing pihak dalam pengelolaan hutan berkelanjutan. Webinar kemudian ditutup dengan sesi wrap up dan kesimpulan oleh moderator.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun kesadaran kolektif serta komitmen bersama dalam menjaga hutan sebagai penopang utama kehidupan dan keberlanjutan lingkungan, sekaligus memperkuat sinergi antara akademisi, masyarakat, dan pemangku kebijakan dalam menghadapi darurat degradasi hutan.







Leave a Reply